|
|Home | | |||||||
| Standard-based Training for Non Trainers | |||||||
|
Train The Trainers Latar Belakang Tidak ada yang lebih baik dari anda untuk menyampaikan materi tehnis kepada bawahan dan kolega kerja. Beberapa tahun belakangan ini, seorang supervisor dan manajer mengalami perluasan tanggungjawab—tidak hanya mengatur dan mengawasi, tetapi mengajar dalam bentuk meetings dan briefings. Oleh karena itu, leader wajib mempunyai ketrampilan menyampaikan informasi secara efektif baik untuk kepentingan briefing, training ataupun meeting. Di Train The Trainers, keahlian mengajar sangat mudah dipelajari, bahkan siapapun yang mengikuti program pelatihan ini akan takjub bahwa profesi seorang trainer menyenangkan dan dinamis. Kami telah, dengan hati-hati, mendisain sebuah program pelatihan untuk pelatih atau calon pelatih yang sangat cocok diikuti oleh fasilitator GKM, kepada seksi, supervisor dan manajer. Pelatihan yang dikemas dengan gaya experiential learning ini akan menjadikan pelatihan ini sebagai pelatihan yang paling bermakna. Mengapa demikian? Pada pelatihan ini peserta akan mengalami sendiri paradigma belajar, peserta akan memahami bahwa belajar tidak harus berada di dalam ruangan, belajar tidak dikendalikan oleh bel atau waktu, belajar itu bukan mendengar dan melihat, belajar adalah hidup itu sendiri. Untuk anda yang sudah pernah mengajar, program pelatihan ini akan membantu anda mengembangkan teknik moderen penyajian, antara lain: a) mencari gagasan bagaimana meningkatkan teknik penerimaan pelatihan b) meningkatkan cara membangun hubungan harmonis (rapport and connectedness) c) mencari dan membuat ilustrasi dan visualisasi untuk meningkatkan pemahaman d) membuat sendiri energizers dan icebreakers dengan cara mereproduksi (ATM-BCA Amati Tiru Modifikasi Bisa dengan Cara Apasaja) e) membuat change bullet setiap sepuluh menit--dan sebagainya. Kita tahu bahwa keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya tergantung pada penguasaan materi tetapi banyak tergantung pada hal-hal diatas—khususnya pada faktor bagaimana sebuah penyajian diterima oleh peserta pelatihan, diproses oleh oleh otak (multi-channel) dan menjadi atribut dan ketrampilan tetap. Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini,
Quantum Teaching
Quantum adalah sebuah temuan yang telah menyelamatkan manusia dari bencana ultraviolet, Quantum training telah menyelematkan manusia dari bencana 'ultrasekolah' dan 'ultrabelajar' Quantum pertama kali ditemuakan oleh Max Planck pada akhir abad ke -19. ia menemukan sebuah rumus fisika yang sahih yang dapat menanggulangi bencana ultraviolet. Sejak saat itu istilah Quantum digunakan pada banyak aspek kehidupan yang antara lain digunakan pada bidang pendidikan dan pembelajaran.
Di abad ke-20 ini orang 'dipaksa' belajar di ruang kelas yang disusun secara kaku dan terdiri dari meja dan kursi. Nilai dan Ijasah/Sertifikat menjadi ukuran keberhasilan yang pada akhirnya pembelajar merasa bahwa belajar dan sekolah merupakan beban.
Quantum merubah cara pandang tersebut dan menjadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan. Presentasi cara Quantum adalah presentasi menggunakan apa saja demi untuk menambah daya tarik dan daya ingat.
Accelerated Learning
Pembelajaran ala Accelerated adalah teknik belajar cepat ingat/bisa banyak. Accelerated Learning yang adalah revolusi training, merupakan cara belajar dengan cara berkreasi bukan mengkonsumsi. Metode ini menggunakan pendekatan whole-brain learning, belajar dengan keseimbangan dua belah otak.
Experiential Learning
Belajar experiential adalah pembelajaran dimana peserta pelatihan mengalami sendiri kejadian-kejadian yang bermakna dan bermanfaat, cara ini memungkinkan peserta berpartisipasi aktif (baik secara indoor atau outdoor) berlatih dengan beberapa pendekatan, menemukan apa yang sesuai dengan melakukannya sendiri pada tingkat intelektual, emosi dan fisik.
Train The Trainers mempraktikkan teori dan pengalaman pakar pembelajaran dan psikologi,
Bobbi DePorter: "Kelas pelatihan dimulai ketika peserta memasuki ruangan, apa yang mereka lihat dan dengar mempengaruhi kesiapan mereka untuk mendengar anda. Putarlah musik Jass/ Pop, pajanglah benda-benda unik dimeja dan tempelkan poster-poster inspiratif di ruang pelatihan anda"
Georgi Lozanov: "Buatlah hubungan harmonis dengan setiap setiap peserta melalui 'eyecontact' 3-6 detik. Ketika anda berbicara lewat mata—ini berarti peserta anda akan merasa dihargai dan diperhatikan.
"Belajar menjadi efektif ketika pembelajar menggunakan dua belahan otak—kiri dan kanan" (Ady A Subagya)
Belajar akan efektif dan berjangka panjang apabila trainer bisa menciptakan Significant Emotional Experience (TDW)
Dalam the 7th Habit dan 8th Habit-nya, Steven R Covey selalu menggunakan video sebagai media ilustrasi dan visualisasinya.
Pelatihan ini diawali dengan kegiatan yang dapat menghancurkan mental block terhadap kurang-kepercayaan diri, demam panggung, keraguan dan ketidakmampuan melalui permainan dan olah otak “Mental Fitness dan Juggling 3 Balls”
Training Anatomy Training sebagai salah satu metode belajar dan proses yang tak berujung Training yang berhasil dan persepsi yang keliru Merancang Materi Training Mempersiapkan sesi pembuka (surprising facts, icebreakers, story telling) Menciptakan suasana nyaman dan lingkungan positif Mengelola audience termasuk membangun rapport dan connectedness Capture-and-hold ketertarikan audience Menyampaikan pokok utama materi dan memfasilitasi diskusi interaktif Menggunakan NLP (VAKOG, hypnotic phrases, paceleading dan anchoring) Membuat sendiri Energizers dan Warm-ups menggunakan teknik SWIM Menggunakan video, music, quiz dan magic untuk meningkatkan penerimaan dan untuk menghilangkan gap Mengevaluasi penyampaian dan penerimaan dan menggunakan teknik validasi Mengakhiri sesi pelatihan dan mempersiapkan peserta mempraktikkan dalam dunia kerja mereka
Pada pelatihan khusus ini, peserta juga mempelajari bagaimana otak belajar dan akan mengetahui mengapa setiap peserta mempunyai learning moments dan learning style yang berbeda. Fenomena yang terjadi dalam dunia pelatihan dan pembelajaran adalah bahwa ketika seorang trainer mulai mengajar pada suatu sesi pelatihan pk. 09.00, pesertanya boleh jadi mulai siap dan mulai belajar pada pk. 11.00—ini berarti, trainer membuang 2 jam waktunya dengan sia-sia.
Untuk menyamakan persepsi dalam dunia pelatihan, materi
teknik penyampaian mengacu pada standar nasional kompetensi trainer yang
dikeluarkan oleh Badan Nasional Standarisasi Profesi, Unit No
MET.PL.00.001.01/SKKNI dan menggunakan panduan ISO 10015. Untuk
trainer’s personality and atrtibutes, pelatihan menggunakan panduan dariAmerican Society for Training and Development-ASTD Fasilitator Pelatihan TTT Team dipimpin oleh Ady A Subagya, pendiri TTT Indonesia
Durasi Pelatihan Investasi Pelatihan Informasi pendaftaran
Informasi Tehnis/materi: Ady (21) 7000-1894, 0816-726.815
tttindo@gmail.com adysubagya@gmail.com
Train The Trainers Indonesia Wisma Gading Permai C1707 Jl Raya Boulevard CN1 Jakarta 14240
*Train The Trainers adalah merek judul pelatihan yang sudah terdaftar pada direktorat HAKI Indonesia
| ||||||
|
| |||||||